Menunggu di Stasiun | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Menunggu di Stasiun


Ia beranjak, dari jalanan menuju ke

stasiun. Tetapi ia lupa mematikan lampu-lampu

taman. Cahayanya mengalir sampai ke

rel-rel. Hingga melepuh. Menjadi cairan

hangat yang ingin ia minum di pagi hari.

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment