Mengurai Ramai

// // Leave a Comment


Aku benci berada di tempat yang ramai,
di kepulan yang bising.


Orang-orang itu berbicara apa saja, kecuali mengenai jiwa.
Mereka membuat pagar bersama kata-kata.

Pada satu sisi ingin aku kembali.
Di sisi lain,
aku terhempas di tembok
saat aku terbangun sendiri
agar aku tidak melihat tempat-tempat ramai.

Aku ingin ke hutan. Kepada anganmu.
Rimba-rimba lebat yang
aku rela terbenam sendirian.

Di sana aku temui suara-suara alam yang jujur dan sederhana.

Aku berdiri dan menatap kubangan air yang memantulkan bayanganku.
Di saat itu kurasa aku sedang melihat
engkau.

Di suatu pagi.
Di kamar itu.

Bayangkan, kita bedua adalah untaian sepi yang terkurung di kubangan ramai

0 komentar:

Post a Comment