PETRICHOR | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

PETRICHOR












Buih kerumunan
Bau padanya sedih sedan
Tetapi kepada embun, kata hati
Menggantung pada kaca-kaca abstraksi

“Telingkup cahaya, tertatih, kepada hinggap yang mengalir. Kepadanya hanya kuingin putih, yang tersemayam dalam rapal trotoir.”

Tegarkan akar nafas. Berebut udara
Petrichor : menghafal wangi tak pandan, tak indah
Tak ayal lebih sang nyata siapkan warna
gerimis kan bangkit merangkai sedih tanah

sementara hujan belum juga reda..




Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:

Post a Comment