Di Hutan Wajahmu | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita -->

Di Hutan Wajahmu


Suhu badanmu, membuat puisi

betah berlama-lama dalam

kehangatan.

Di sisa-sisa

rambut yang tanggal, di hutan

wajahmu,

hujan pagi

datang menyambut

mata.



Aku tidak ingin kedinginan

di dalam kata-kata. Karena

kau tahu,

merdeka ialah

tak perlu terpenjara tafsir.

Namun beragam tanya lahir

memenuhi cawan di dadamu.

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment