Klakson Di Negeriku | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Klakson Di Negeriku





Pagi adalah ladang semangat. Klakson dimana-mana, ya setidaknya itu yang aku dengar selama sejam terakhir ini. Semua orang memencet klakson seraya berharap menjadi terdepan, yang lain minggir, jalannya seperti dipunyai sendiri. Mungkin mereka lupa kalau semua orang bayar pajak yang sama agar dapat menikmati jalan raya bersama-sama.

Dalam sehari lebih banyak berdoa ke tuhan apa lebih banyak mencet klakson ?

Tapi mungkin (baru) hanya kota besar yang tabiat pengguna jalannya seperti itu, soalnya di Magelang jarang. Tapi dari jarang menjadi sering jika ada perayaan besar seperti malam tahun baru, H-7 menjelang lebaran, atau disaat libur panjang. Jalan magelang yang tidak semuanya lebar berjubel-jubel sama berbagai jenis kendaraan dari yang beroda dua sampai sekian, dari keluaran baru sampai vintage. Semua memencet klakson kepengen cepet sampai tempat tujuan. 


Bisa dibayangkan sumpeknya orang-orang yang rumahnya berada di pinggir jalan raya.


Terus terang saya bingung, di pelajaran PPKn yang saya ikuti semasa bocah menggambarkan tabiat orang indonesia itu santun, tenggang rasa, suka menolong, menghormati, dll yang baik-baik.


Tapi kok akhir-akhir ini PPKn yang ada didalam diri kita mendadak sirna ya ? santun, tenggang rasa, menghormati, dan lain-lain tiba-tiba berganti wajah menjadi gelap, egois, menang sendiri. Maka jangan heran kalau ada yang korupsi, ada seorang anak yang melaporkan ibunya sendiri karena mencuri kayu, ada  umat beragama yang tidak bisa beribadah di tempat ibadahnya karena dilarang oleh pemda dan massa dari kelompok beragama lain yang merasa lebih banyak. 

Jangankan yang tidak ada imb nya, yang sudah ada imb nya saja dibekukan, putusan MA ditolak.


Apa ini ? april mop indonesian version ?


Macet itukan juga sudah tradisi ya, mungkin di daerah Jakarta sana. Kalau di Magelang relatif lancar lah. Tapi sebenarnya kalau ingin terhindar dari macet berjam-jam ya kita musti meninggalkan kebiasaan memakai kendaraan bermotor pribadi dan mulai menyukseskan program pemerintah dengan jalan kaki, naik sepeda, atau naik transportasi umum. Ndak usah takut panas, daerahmu akan semakin panas kalau anda semua memakai kendaraan pribadi dan berjubel hingga macet berjam-jam.


Kebayang juga toh kalau orang-orang yang rumahnya disamping jalan raya bisa tidur dengan tenang tanpa diganggu klakson kendaraan kalian ?
  
    

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment