Mengurai Ramai | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Mengurai Ramai



Aku benci berada di tempat yang ramai,
di kepulan yang bising.


Orang-orang itu berbicara apa saja, kecuali mengenai jiwa.
Mereka membuat pagar bersama kata-kata.

Pada satu sisi ingin aku kembali.
Di sisi lain,
aku terhempas di tembok
saat aku terbangun sendiri
agar aku tidak melihat tempat-tempat ramai.

Aku ingin ke hutan. Kepada anganmu.
Rimba-rimba lebat yang
aku rela terbenam sendirian.

Di sana aku temui suara-suara alam yang jujur dan sederhana.

Aku berdiri dan menatap kubangan air yang memantulkan bayanganku.
Di saat itu kurasa aku sedang melihat
engkau.

Di suatu pagi.
Di kamar itu.

Bayangkan, kita bedua adalah untaian sepi yang terkurung di kubangan ramai

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment