Di Antara Labirin

// // Leave a Comment

Puisi ini ingin memelukmu, dari tempat yang

jauh dan sepi. Namun, di antara kita

berdiri labirin penuh liku:gundah.

Minotaur tinggal di dalamnya. "Mau apa?"

ia bertanya.


"Aku ingin menjadi pagi," kataku.

"Aku ingin menjadi peluh yang tanggal di

wajah saat meneguk teh panas," katamu.


Monster itu lalu berubah. Menjadi jalan

setapak yang mengantar kau dan aku.

Pulang.

0 komentar:

Post a Comment