Langkah (ketiga)

Pagi, waktu di mana bintang telah ditelan cakrawala
Sepasang pohon yang merindukan cahaya. Hangat, rata.
Angin menggerakkan kincir, berakhir selimut membalut pikir
Masih ada malam untuk melanjutkan mimpi-mimpi terakhir


Sudah berapa manusia yang terjebak dalam sinestesia ?
Mendaki pada ujung pertanyaan yang tak mampu diterjemahkan indera perasa

Telah  lama tak kulihat taman, semakin lama semakin berserakan
Ilalang-ilalang, benalu, hingga pohon-pohon imaji yang tegak
Saksi elegi : walau berjuta tetap tak dapat mendera

Langkahku telah sampai di ujung garis pantai
Sudut sepi dimana arah-arah kini tak lagi nampak berpadu

Namun, langkahku tak goyang
Penerimaan adalah jalan..


Nasib para pelintas : ujung jalan tak berkesudahan

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:

Post a Comment