Langkah (ketiga) | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Langkah (ketiga)

Pagi, waktu di mana bintang telah ditelan cakrawala
Sepasang pohon yang merindukan cahaya. Hangat, rata.
Angin menggerakkan kincir, berakhir selimut membalut pikir
Masih ada malam untuk melanjutkan mimpi-mimpi terakhir


Sudah berapa manusia yang terjebak dalam sinestesia ?
Mendaki pada ujung pertanyaan yang tak mampu diterjemahkan indera perasa

Telah  lama tak kulihat taman, semakin lama semakin berserakan
Ilalang-ilalang, benalu, hingga pohon-pohon imaji yang tegak
Saksi elegi : walau berjuta tetap tak dapat mendera

Langkahku telah sampai di ujung garis pantai
Sudut sepi dimana arah-arah kini tak lagi nampak berpadu

Namun, langkahku tak goyang
Penerimaan adalah jalan..


Nasib para pelintas : ujung jalan tak berkesudahan

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment