Hujan ini, ketika hujamnya turun tak berhadapan
Aku akan datang
Bersama benalu serta kepodang rayakan kembalinya peradaban
Kepada ribaanmu, yang dulu sempat hilang
Bersandar pada tiang rapuh, bertudung, menengadah



Kopi di senja kukuskan kenang demi kenang
Ada putih, sebagian lagi hitam
Sepi menari, rupa riba ditelan malam


Guruh


Hidup adalah menjalani kesalahan, berulang-ulang
Damailah mereka yang tlah datang, tenang
Menuju sisa penghabisan tanpa habis harap