Halte | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Halte


Aku diam dikesepian halte usang
Ketika jam jam tak tampak berdetak
Mengisi lorong tiada bergerak


Dalam halte kesepian berbisik
“sampai kapan kamu berani temui esok ?”
Sementara banyak penggalan belum bersua

Di halte, pertanyaan pertanyaan serupa pisau
Siang adalah tiang layar tiada layar
Beradu, mengais ngais antara garis

Nyatanya, di halte
Aku masih setia menunggu


Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment