Percakapan Terakhir | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Percakapan Terakhir


Di antara memori-memori yang

mulai kehilangan rimanya, engkau

terjaga. Tak tenang.

Takut

kepada usainya percakapan bersama

orang-orang.


Engkau tak ingin berpisah, tetapi

maut adalah mata pisau yang berada

di jalanan, siap menikam

engkau yang sedang terjatuh di gedung

itu. Bercumbu.


Tiba-tiba, figuran di sudut ruangan itu

menghampirimu.

Berkata,

"Sebaiknya engkau melatih ekspresi sedihmu

agar terlihat meyakinkan."

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:

Post a Comment