Percakapan Terakhir | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Percakapan Terakhir


Di antara memori-memori yang

mulai kehilangan rimanya, engkau

terjaga. Tak tenang.

Takut

kepada usainya percakapan bersama

orang-orang.


Engkau tak ingin berpisah, tetapi

maut adalah mata pisau yang berada

di jalanan, siap menikam

engkau yang sedang terjatuh di gedung

itu. Bercumbu.


Tiba-tiba, figuran di sudut ruangan itu

menghampirimu.

Berkata,

"Sebaiknya engkau melatih ekspresi sedihmu

agar terlihat meyakinkan."

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment