Tumurun Private Museum, Museum Privat di Solo yang Pamerkan Koleksi Keluarga Lukminto | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Tumurun Private Museum, Museum Privat di Solo yang Pamerkan Koleksi Keluarga Lukminto





Tumurun Private Museum menjadi museum teranyar di Kota Solo. 

Gelar open house mulai Sabtu (14/4/2018), museum yang berada di Jalan Kebangkitan Nasional RT 02 RW 04, Teposanan Sriwedari, Laweyan itu berisi koleksi Almarhum HM Lukminto dan koleksi dari putra-putra dari keluarga besar Lukminto.

Siapa itu HM Lukminto?

HM Lukminto sendiri merupakan seorang yang tak asing bagi sebagian masyarakat Kota Bengawan. 

Ia adalah owner perusahaan PT. Sri Rejeki Tekstil yang berdiri sejak tahun 1996. 

Selain itu, ia ialah penikmat dan kolektor karya seni. Maka bisa dipastikan koleksi yang ditampilkan dalam museum pribadi itu sangatlah berharga. 

"Tumurun Private Museum sendiri memiliki makna mewariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Dan hari ini museum kita buka secara umum, kita mengundang 300 pengunjung untuk melihat koleksi Tumurun," ungkap pemilik Tumurun Private Museum, Iwan Kurniawan Lukminto.

Wawan, sapaan Iwan Kurniawan, mengatakan bahwa Tumurun Private Museum menjadi salah satu dedikasi keluarga besar Lukminto di bidang seni, khususnya seni rupa Indonesia. 

Maka menurutnya, dari koleksi karya seni yang ditampilkan merupakan hasil karya anak bangsa sendiri. 

Ia menilai kesadaran masyarakat di Indonesia untuk mencintai karya seni dalam negeri masih kurang.

"Tujuannya menghargai seni rupa di Indonesia. Karena seni rupa di Indonesia ini memiliki potensi yang luar biasa. Namun peminat dalam negeri ternyata masih sangat kurang, masyarakat lebih suka karya luar negeri," jelas Wawan. 

Disinggung terkait koleksi Tumurun Private Museum, Wawan menyatakan ada total 100 koleksi karya seni di sana. 

Ia menuturkan, tak hanya karya seni, tiga mobil lawas peninggalan almarhum Lukminto juga dipajang sehingga menambah keistimewaan dari museum itu sendiri. 

"Jumlah koleksi ada sekitar 100 karya seni baik yang kontemporer dan modern. Memang tidak terlalu banyak, saya tidak mengandalkan kuantitas tetapi mengandalkan kualitas," paparnya.

Karena bersifat privat, museum ini tak memiliki jam buka spesifik setiap harinya.

Bagi masyarakat yang akan mengunjungi museum ini cukup menghubungi panitia museum untuk mendapatkan jadwal berkunjung. 

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment