Parade Kebohongan | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Parade Kebohongan

Tak ada yang unik saat laki-laki itu

duduk sendiri di kafe di kota tersebut. Ada

lampu-lampu

yang remang dan pasangan multi

rupa yang menceritakan

kebohongan.


"Kebohongan itu dielu-elukan. Dipuja.

Dimahkotai," kopi yang kupesan

mendadak bicara.


Laki-laki itu kemudian melompat ke

mimpimu.


Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment