KEMARIN

// // Leave a Comment


Kemarin, kurasakan ada yang janggal di matamu saat kau menikmati bau tanah sebelum turun hujan – hal unik lainnya yang kutemui dari dirimu, ketika semua orang mencintai bau tanah setelah turun hujan. Dalam bau tanah sebelum turun hujan itu, ada dingin yang menarik. Tempat kau menggigil dengan begitu rahasia, seperti kemarin-kemarin di masa di mana kita belum dipertemukan. Kita mengeja entah yang tak sama namun begitu serupa. Segala beda, versi-versi yang jumlahnya tak terperi. Kita menghamba ketidakragudansenduan yang tak kunjung kita dapatkan. Kemarin.

Kemarin, kurasakan ada takjub di matamu saat kau menikmati bau tanah sebelum turun hujan. Ada gersang yang begitu misteri, keinginan-keinginan yang menjelma warna-warna mendung di langit yang kelabu -- sebagai tanda adamu. Kau selalu merasakan angin-angin itu menjamah jiwamu. Merebah, rendah. Bau pekat yang entah itu menunggu basah.  Di tetes pertama air hujan, ada nafas yang senyap. Di tetes itu, kau jumput aku.

0 komentar:

Post a Comment