MARI | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

MARI


Di senja saat pagar tertutup
Dan laki-laki perempuan mulai dilarang tualang
Mari kita pinta harap
Bahwa rantai yang membelenggu akan cepat retak

Kita tak perlu takut sepi
Karena beribu lampu selalu terang  .  tepati janji . meniti sunyi
Kerikil pilu merupa elegi hidup
Jadikan itu batu dan terus maju !

banyak orang memilih bersenandung duka
bersembunyi di barak dan menanti mati ditimpa puntung rokoknya
mari kita lawan angin . yang tanggap menggerus daun . bertaburan .

**

13 september
Sudah 6 bulan saat kita awali awal
Dalam kelam ; aku salah ?
Dalam dulu sekarat coba meraih
Dalam desir dan urat mimpi bisa kuraih

Mari akhiri ini
Lekas pulang dan bunuh diri..


Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment