| ilustrasi - 49 Siswa di Turi Sleman Keracunan Paket MBG, Muntah-muntah hingga Sakit Perut Hebat |
diamembisu.com – Insiden dugaan keracunan massal menimpa puluhan pelajar dari tiga sekolah di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin (7/9/2026), tak lama setelah para siswa mengonsumsi sajian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para korban dilaporkan mendadak mengalami sejumlah keluhan medis secara bersamaan, mulai dari pusing, mual, muntah, hingga sakit perut yang hebat.
Kronologi dan Penanganan Korban
Kepala Puskesmas Turi, Dyah Retnaningtyas, menjelaskan bahwa gelombang kedatangan pasien mulai memenuhi Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak pagi hari.
Berdasarkan data medis, berikut rincian kedatangan para siswa:
Pukul 09.30 WIB: Siswa dari SMP Negeri 3 Turi dan SD Muhammadiyah Balerante mulai berdatangan dengan keluhan gangguan pencernaan.
Pukul 11.30 WIB: Menyusul rombongan sebanyak 19 siswa dari SMK Muhammadiyah I Turi yang diantar dengan gejala serupa.
Total sebanyak 49 siswa mendapatkan perawatan kedaruratan di IGD Puskesmas Turi. Sementara itu, dua siswa dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut terpaksa dirujuk langsung oleh pihak sekolah ke RSUD Sleman. Beruntung, setelah mendapatkan observasi dan obat-obatan dari tim medis puskesmas, seluruh siswa yang dirawat di IGD berangsur membaik dan telah diperbolehkan rawat jalan.
Investigasi Uji Sampel Makanan
Guna mengetahui penyebab pasti dari insiden ini, tim medis Puskesmas Turi bergerak cepat melakukan langkah investigasi. Mereka telah mengamankan sampel makanan dari sekolah-sekolah yang terdampak serta dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia paket MBG.
Sampel makanan yang dikirim ke laboratorium untuk uji klinis meliputi:
Nasi putih
Bola-bola daging
Edamame
Tumis kol dan wortel
Buah semangka
Sebagai langkah antisipasi, Puskesmas Turi saat ini menyiagakan layanan medis 24 jam penuh. Hal ini dilakukan untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat apabila terdapat siswa lain yang mengeluhkan gejala susulan di kemudian hari.
0 Comments
Post a Comment