Ilustrasi - Update Keracunan MBG di Turi Capai 32 Siswa, Dinkes Sleman Catat 229 Kasus Serupa


TURI, SLEMAN – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sleman kian mengkhawatirkan. Usai 32 pelajar di Kapanewon Turi dilaporkan tumbang pada Senin (7/9/2026), terungkap fakta bahwa ini bukanlah insiden pertama. Ratusan kasus serupa ternyata telah tercatat pada pekan sebelumnya.


Berdasarkan pembaruan data dari akun Instagram @merapi_uncover per Senin (7/9/2026) pukul 10.16 WIB, korban dugaan keracunan MBG di Turi telah mencapai 32 siswa dari tiga sekolah berbeda. Rinciannya meliputi 22 siswa SMPN 3 Turi, 8 siswa SMK Muhammadiyah 1 Turi, dan 2 siswa SD Muhammadiyah Balerante. Para korban mengeluhkan gejala mual, pusing, sakit perut, hingga muntah.


Bukan Kasus Pertama di Sleman


Insiden massal di Turi ini menambah daftar panjang kasus dugaan keracunan MBG di wilayah Sleman. Melansir Viva Jogja, data resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman per Kamis (3/9/2026) mengungkap skala kasus yang jauh lebih besar, di mana 229 orang mengalami gejala gangguan pencernaan di seluruh kabupaten.


Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, dr. Khamidah Yuliati, menyatakan pihaknya telah mendata 1.110 responden di wilayah kerja Puskesmas Sleman.


Dari jumlah tersebut, 229 orang melaporkan keluhan kesehatan dengan dominasi gejala sakit perut dan diare. Sebanyak tiga di antaranya harus menjalani rawat jalan, sementara tidak ada korban yang berstatus rawat inap.


“Penyebab keracunan sejauh ini belum bisa disimpulkan. Kami bersama instansi terkait terus melakukan penanganan dan pemantauan, serta akan menyampaikan informasi terbaru berdasarkan hasil pemeriksaan yang terverifikasi,” jelas dr. Yuliati, Kamis (3/9/2026).


Menanggapi meluasnya kasus ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Mustadi, mengaku belum memegang data rinci terkait daftar sekolah yang terdampak. Namun, ia membenarkan angka makro sebanyak 229 orang yang bergejala tersebut—yang tercatat sebelum kasus dugaan keracunan MBG meledak di SMPN 3 Turi.


Saat ini, pihak berwenang bersama Puskesmas dan Dinkes setempat terus bersiaga memberikan penanganan medis. Investigasi komprehensif terhadap rantai distribusi penyediaan makanan MBG dan uji laboratorium sampel makanan terus dipacu untuk mengungkap sumber pasti keracunan massal ini.