Pukul 6 petang --


Sederet kata tengah menangis, di

pelukanku. Mempertanyakan

apakah hatimu pantas diarungi

kembali.


Lalu, di bola matamu,

rindu

menjelma kerlap-kerlip lampu

kota;

menjadi sebuah

pengingat


Bayang-bayang pelukanmu

yang

selalu ada.