seorang perempuan yang sedang menunggu sebuah ucapan | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

seorang perempuan yang sedang menunggu sebuah ucapan



Perempuan itu tak menyangka. Jantung itu berdegup kencang. Pada malam yang hitam dominan, ia kalut.

Dahaga itu tak mampu ditangkis lagi. Hanya diam, dia kini, termenung di sini. Sunyi adalah perayaan yang tanpa hingar-bingar. Sisi-sisi itu menjadi jurang pada tatapannya yang datar.
Perempuan itu tidak bisa menghentikan nanar, berulangkali. 

“yang ku tunggu, diujung sana..” harapnya di ujung bintang. Seseorang yang tanpa apa, datang mendekat. Berbisik, tanpa sekat.
“kau tak pernah sendiri”
Entah mengapa, jantung itu berdegup kencang. Hatinya yang kini melupakan tendensi, membuncah sungguh. Gugup. Sakit itu benalu. Perempuan itu sadar, dekapan itu yang menyembuhkan. Kini ia tempa harap, dekapan itu akan menemaninya. Berdua.
“tidurlah.. tak perlu kau bermimpi bersamaku”

·         2.15 dan setelah mendengarkan lagu curhat buat sahabat – Dee Lestari

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment