Sebuah sore di ujung jemari | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Sebuah sore di ujung jemari

Matahari deras menukik menuju timur, kepadanya angin bertengger pada pohon, berkata "hari telah uzur"



Biarlah


Kukira pertautan angin & pohon sore itu begitu indah, sepoi; pertautan yang saling berkumur

Burung dan jemari-jemari menambah ornamen yang menjadikannya baur


***


Seringkali aku berkhayal menjadi hujan, rintiknya seribuan diorama yang melagukan

Namun sore kadang tak butuh hujan ; ia hanya menjadi beban


Pikirku hilang menuju remang

Malam telah bertandang..

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment