Epilog yang Menggerutu | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Epilog yang Menggerutu





Siapa berbohong pada awal
Berlagak tak melihat
Ujung lorong begitu gelap
Carikan aku lilin dalam benak

Bukankah aku dan kamu sedang melihat kepurapuraan dalam tatanan !

Aku dimensi kepurapuraan
Didalamku penuh amarah
Marah ?
Kau dan aku sama
Kita semua pelawak yang gemar membalas dendam

Tak perlu berhipotesa setelah ini
Berpikir itu hina
Mari lanjutkan berjalan
Hari sudah malam

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment