Pesta Buah | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Pesta Buah

"Cintai yang tak mencintai, sampai dia cinta,"

kalimat itu tertulis di kertas penulis renta itu.

Sembari menggaruk janggutnya,

ia menoleh

ke jam yang tak pernah bosan menunjukkan

tengah malam.


"Maafkan segala yang tak bisa kau maafkan,"

katanya lagi. Kali ini, tubuhnya mengharu

biru,

menjadi wortel. Yang tak pernah dikupas.

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment