Pesta Buah | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Pesta Buah

"Cintai yang tak mencintai, sampai dia cinta,"

kalimat itu tertulis di kertas penulis renta itu.

Sembari menggaruk janggutnya,

ia menoleh

ke jam yang tak pernah bosan menunjukkan

tengah malam.


"Maafkan segala yang tak bisa kau maafkan,"

katanya lagi. Kali ini, tubuhnya mengharu

biru,

menjadi wortel. Yang tak pernah dikupas.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:

Post a Comment