Suai Bibir

// // Leave a Comment
Kau harus selalu memahami, kata-kata yang

kau ucapkan

tak akan pernah kembali

pulang. Ia tinggal

di telinga orang-orang. Mengadu.


"Tapi aku selalu menunggu esok hari sejak pagi 

ini"


Di Minggu malam, kau melihat kepalaku ditelan

bulat-bulat seekor biawak, di

tengah sawah

0 komentar:

Post a Comment