Menjelma Kenangan | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Menjelma Kenangan


"Ibu, mengapa kenangan itu selalu bercahaya?"


Nak, kenangan akan selalu bercahaya. Seperti

matahari di antara dua gunung, yang

selalu digambar anak-anak

sewaktu sekolah.

Atau seperti buih, yang menghilang

saat kau menyeduh susu putih

di pagi hari.


"Jadi apakah kenangan akan selalu pergi?"

Iya. Kenangan akan selalu pergi.

Ia pulang kampung. Menjadi bejana

menampung ingin di anganmu.


Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment