Di Hutan




Di hutan,

angin mengajarkanku satu hal: tidak ada lebat yang abadi,

kecuali di mata perempuan.

Tetapi aku ingin tersesat,

membuka jalan menuju harapmu.


Di jalan, daun-daun berguguran. Seperti dentuman

ribuan ingin yang menjadi burung yang terbang

anak-anak berbisik, "itu bolaku".

Tetapi bola sudah lupa ingatan dan terus bernafas kepayahan.

Aku ingin tenggelam di matamu.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:

Post a Comment