Bum, bum, bum, bum, bum, bum, bum, bum, bum
bum, bum, bum, bum..


Antara genderang perang dan tombak yang dihentakkan
Dinikmati sejuta raut galak
Menuju singgasana tiada bersudah

Lantas dengan kegetiran apalagi untuk melukisnya ?

Di tepian memandang
Deru seribu lantang
Penuh luka lalu lalang

Kuda kayu besar ditengah
Saksi bisu bagi hati yang pongah

Jebakan terpasang
Nan sombong mati  terpanggang
Pengecut lari kehilangan arah

Troya marah
Pagi itu berkabut merah