sajak tentang sebuah ranjang tua | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

sajak tentang sebuah ranjang tua



Ranjang tua
Tepi kakinya tak bertegur sapa

merindu dekap
 oleh buru-nafas sekejap

tembok layu lekat kusam; sejarah yang jurang
pada dinding-dinding lapuk. Ketika yang dulu rebah, menghembus, liuk.
Engah adalah isyarat yang mutlak gaduh.
Di tatapan yang samar, sayu-sayu

Jemput rupa gelisah, ranting bertengger. gurat jendela,
debu berteter

malang nasib si ranjang tua
terasing diri ditinggalkan kota


Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment