Ketika Tatapanku Menuju Utara | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Ketika Tatapanku Menuju Utara


Lantas apa bedanya tangis luka yang kau anggap lara itu
Dengan coreng moreng kelakar
Jika kau pun masih mampu bernafas setelahnya

Lihat , ditengah kami kini terbentang ribuan siksa
Bangun , ada sejengkal tanah buatmu

Sementara kami harus berjibaku melawan guntur dan hujan batu
Aroma belerang , entah dari lobang yang mana memenuhi paru

Ketika tatapanku menuju utara , di sebuah titik hitam disana
Sedang merah membara
Ada luka yang engkau belai
Menjadi kursi kebun biru laut

Seluruh kehidupan
Tumbuhlah dalam pikiran 

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment