Ia Teduh | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita -->

Ia Teduh


Kering dan tua
tak elok lagi seperti masa muda
dimana kulitnya rapuh dan mengelupas , keluar
padahal dahulu ia kokoh menjulang cakrawala atas


aku masih ingat , dimasa ia masih tegak
seonggok ayunan adalah perhiasannya
ia teduh bagiku , kau , kita

aku tak pernah lupa kata katanya ,
bahwa dia adalah simbah bagi ibuku
bahwa dia adalah simbok bagi kamu
bahwa dia adalah bapakku
dan dia adalah aku bagi anakku

kini aku tak dapat mendengarkan wejangannya lagi
si tua itu telah mati
hanya jasadnya yang masih kokoh berdiri padahal jiwanya telah mati
dan mulai aku menanam lagi
menunggu dia akan kembali , menjulang lagi

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment