Menceritakan Kesedihan | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Menceritakan Kesedihan

Mestinya, tinggal 5 menit lagi

sebelum hari berganti. Tapi, di depanmu,

waktu urung maju. Ia jalan

di tempat.


Seperti masa depan

yang tak pernah tercatat.


Di luar, kita sering menjumpai kelompok

yang selalu merasa benar. Mencintai secara

buta adalah patuh terhadap segala

kebodohan.


Di kamarku, sekali lagi, matamu

menjelma gelas-gelas berisi candu

yang barangkali kuteguk.

Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment