Aku selalu ingin melipat kertas-kertas itu

menjadi pesawat.

Saat aku terbangkan, pesawat itu akan

hinggap, di kepalamu.

Menjadi burung-burung

yang menemanimu berjalan di rintik

hujan.


Saat puisi ini akhirnya rontok dan

kehilangan rimanya,

maka sampaikan padaku kelak

apa yang engkau sesali.