Akhirnya Kau Beranjak | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Akhirnya Kau Beranjak

Kursi sofamu berubah menjadi samudra,

membuatmu, aku, dan waktu-waktu 

terapung.

Jam dinding itu berpikir sekarang sudah 

pukul 10.

"Ayo berlari menuju semesta," katamu.



Gelombang itu menyusut, menjadi jalan

yang ingin kamu lalui, tapi aku

enggan.

"Kenapa?"

Aku memilih tempat duduk yang jauh dari keramaian.



Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:

Post a Comment