Akhirnya Kau Beranjak | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

Akhirnya Kau Beranjak

Kursi sofamu berubah menjadi samudra,

membuatmu, aku, dan waktu-waktu 

terapung.

Jam dinding itu berpikir sekarang sudah 

pukul 10.

"Ayo berlari menuju semesta," katamu.



Gelombang itu menyusut, menjadi jalan

yang ingin kamu lalui, tapi aku

enggan.

"Kenapa?"

Aku memilih tempat duduk yang jauh dari keramaian.



Share this:

diamembisu.com

Hai! Saya Akbar Hari Moe. Penyuka dunia kepenulisan dan seni sastra. diamembisu.com merupakan self project sejak tahun 2011 hingga sekarang. diamembisu.com percaya, semua orang perlu didengar dan dimengerti. Dan lewat puisi, hal tersebut bisa dipenuhi

0 komentar:

Post a Comment