apa yang salah dari orang kidal ? | Diam Membisu - Kumpulan Cerpen, Puisi, Tulisan dan Hal-hal yang Terjadi di Sekitar Kita

apa yang salah dari orang kidal ?

Uneg uneg ini sebenarnya sudah sangat lama sekali aku memendamnya , atau lebih tepatnya saat aku masih duduk di bangku smp . aku adalah salah satu dari sekian kecil orang indonesia yang kebetulan “kidal” . apa itu orang “kidal” ? yakni orang yang lebih dominan menggunakan tangan kiri untuk aktivitas sehari hari .


Oh iya , sebagai info , ternyata benar jika ada orang mengatakan bahwa orang kidal itu lebih condong didominasi oleh otak kanan . seperti di situs http://www.wherecreativitygoestoschool.com/vancouver/left_right/rb_test.htm tentang seberapa dominankah otak kanan atau otak kiri anda bagi diri anda . setelah saya mencoba mengerjakan beberapa pertanyaan , nampaklah hasil sbb :

Thank you for taking the Creativity Test. The results show your brain dominance as being:

Left BrainRight Brain
43%57%

You are more right-brained than left-brained. The right side of your brain controls the left side of your body. In addition to being known as right-brained, you are also known as a creative thinker who uses feeling and intuition to gather information. You retain this information through the use of images and patterns. You are able to visualize the "whole" picture first, and then work backwards to put the pieces together to create the "whole" picture. Your thought process can appear quite illogical and meandering. The problem-solving techniques that you use involve free association, which is often very innovative and creative. The routes taken to arrive at your conclusions are completely opposite to what a left-brained person would be accustomed. You probably find it easy to express yourself using art, dance, or music. Some occupations usually held by a right-brained person are forest ranger, athlete, beautician, actor/actress, craftsman, and artist.

Your complete evaluation follows below:


Your left brain/right brain percentage was calculated by combining the individual scores of each half's sub-categories. They are as follows:
Your Left Brain Percentages
  47%Verbal (Your most dominant characteristic)
  42%Symbolic
  27%Sequential
  22%Linear
  21%Logical
  20%Reality-based (Your least dominant characteristic)

Your Right Brain Percentages
  56%Random (Your most dominant characteristic)
  42%Holistic
  38%Nonverbal
  37%Concrete
  29%Intuitive
  24%Fantasy-oriented (Your least dominant characteristic)

Oh iya , kembali ke titik masalah di awal tadi . Di awal saya mengatakan tentang uneg uneg saya yang sejak smp saya pendam . Yakni tentang sebagian orang yang sepertinya melihat orang kidal dengan aneh , dengan tatapan mata yang terkesan menghina , dan acap kali diiringi hujatan yang , walau pelan , tetap membuat tak enak hati orang kidal . Contohnya ,  dulu ada salah seorang guru smp saya yang ketika sedang mengajar , dan melihat saya menulis dengan tangan kiri , sang guru tersebut menghampiri saya dan nyeletuk : “kidal yo ? Bagus bagus kok kidal..” Lalu reaksi teman teman sekelas saya adalah tertawa terbahak bahak , dan ironisnya sayalah yang menanggung malu . Hmm .. True ironic .

Atau disaat saya berada di kelas baru , di sekolahan baru , dengan teman teman baru , hal yang paling saya benci adalah ketika ada teman baru yang bertanya pada saya ,“kowe kidal po bar ?” , sungguh , sangat membuat tidak nyaman.

Tak jarang juga ketika saya sedang makan di warung/lesehan/restoran yang notabene pasti ada orang lain yang juga sedang makan  , saat melihat saya makan dengan menggunakan tangan kiri , beberapa pasang mata pasti melihat cara makan saya . membuat nafsu saya hilang seketika .

Dan paling update adalah kejadian yang baru saja terjadi pada saya adalah beberapa hari yang lalu , sekitar tanggal 3-4 maret , sungguh kejadian yang amat sangat saya sesalkan dan takkan saya lupakan dalam sejarah hidup saya , waktu saya sedang makan mi ayam di sebuah warung mi ayam didaerah magelang kota , ketika itu di warung tersebut ada ibu ibu yang sedang mengajak anaknya untuk makan mi ayam juga , saat itu saya duduk di pojokan karena agak penuh waktu itu , saat saya sedang makan , tiba tiba anaknya si ibu ibu itu berjalan mendekati saya , lalu saya melemparkan senyum simpul saya ke anak tersebut , anak itu lalu tertawa . ibu ibu tersebut lalu mendekati anaknya yang sedang ada di dekat saya tersebut , nampak jelas raut wajah ibu ibu tersebut agak emosi karena anak tsb daritadi memang tidak bisa diam dan lari lari kesana kemari ke semua penjuru warung . dengan jengkelnya ibu tsb memegang tangan anaknya tsb dengan kasar hingga anak tersebut menangis , lalu ibu itu mengatakan “wis anteng wae to . ojo mloya mlayu wae ,   rasah cedak cedak wong kidal ! “ agak kaget juga saya saat itu , antara percaya dan tidak , ada orang yang tega sekali berkata seperti itu . seperti orang kidal adalah momok yang harus dijauhi , seperti orang kidal adalah setan yang harus dimusuhi , seperti orang kidal adalah penderita penyakit menular yang menularkan virus kidal kepada anak anak dan orang orang yang mendekatinya . lalu tanpa pikir panjang , nafsu makan saya juga mendadak hilang , saya memutuskan untuk tidak menghabiskan mi ayam itu dan saya langsung meninggalkan warung tsb walau sebelumnya saya harus membayar penuh .

Sungguh , sebuah ironi bagi kami orang kidal , yang sampai saat ini masih menjadi objek cercaan sebagian orang orang (yang merasa benar karena bertangan) kanan . saya pun bertanya kepada diri saya sendiri “apa yang salah dari orang kidal?” . saya kidal karena otak kanan saya lebih dominan bagi diri saya , lalu apa masalah anda ? apakah semua penjahat adalah bertangan kidal ? apakah semua koruptor yang mengkorupsi uang rakyat bertangan kidal ? apakah semua teroris yang mengebom dan meneror orang orang itu bertangan kidal ? apakah semua orang bodoh bertangan kidal ?


Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 komentar:

Post a Comment